Keunggulan

Good Habit

PENUMBUHAN BUDI PEKERTI

Setiap pagi di seluruh penjuru negeri tercinta ini kita lihat pemandangan anak-anak berangkat sekolah. Perjalanan mereka ada yang jalan kaki membelah sawah-sawah, mendayung perahu kecil ataupun yang berpacu dengan kendaran bermotor lainnya membelah kota. Sebagian besar waktu mereka dihabiskan di sekolah, hari demi hari, bulan demi bulan dan tahun demi tahun. Sekolah adalah rumah kedua mereka , tempat tumbuh kembang, proses belajar berbagai disiplin ilmu baik akademis maupun non akademis. Untuk mendorong lancarnya proses belajar diperlukan sekolah yang menyenangkan, memberikan rasa aman kepada peserta didik. Sekolah hadir sebagai tempat yang menyenangkan dan sekaligus tempat penumbuhan budi pekerti luhur yang sudah ada dalam masyarakat negeri ini sejak jaman dulu.

Penumbuhan budi pekerti bukan penanaman dikarenakan hal-hal baik itu sudah ada pada peserta didik, guru dan warga sekolah lainnya.  Tugas semua warga sekolah untuk mencipatakan iklim sekolah yang baik agar semua perangkat sekolah turut berbudi pekerti luhur. Tanpa adanya keterlibatan semua unsur sekolah mustahil peumbuhan budi pekerti luhur dapat tercipta di lingkungan sekolah. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 mendorong hal tersebut.

Penumbuhan Budi Pekerti di sekolah dilakukan melaui serangkaian kegiatan harian, periodik wajib maupun pilihan. Alur pembudayaan dilakukan dengan diajarkan, dibiasakan, dilatih konsisten, menjadi  kebiasaan, menjadi karakter , untuk selanjutnya menjadi budaya.

Selama ini masyarakat menyerahkan  sepenuhnya pembiasaan tersebut kepada sekolah agar dapat dikembangkan sesuai dengan kondisi serta adat istiadat yang ada. Adat istiadat dan budaya yang beragam di negeri ini bukan lah suatu penghalang justru menjadi keunggulan dan kebersyukuran kita semua.  Artinya pendidikan harus memiliki konteks dan relevansi dengan kehidupan keseharian masing-masing masyarakat. Dengan adanya perbedaan atau keberagaman ini tidak menghilangkan rasa cinta tanah air karena rasa cinta tanah air tidak bisa diterjemahkan hanya dengan satu cara. Semangatnya memang sama tapi penerjemahannya bearagam dan itu tidak mejadikan masalah.

Adanya rasa kepemilikan bersama terhadap gerakan penumbuhan budi pekerti ini sangatlah penting agar budaya budi pekerti luhur lebih cepat tercipta. Peran aktif pelaku pendidikan di sekolah sangat membantu terciptanya sekolah sebagai rumah kedua yang menyenangkan. Setiap pagi anak-anak berangkat sekolah dengan kegembiraan tanpa beban.

Pembiasaan budi pekerti di SMA Negeri 1 Klaten dilakukan dengan kegiatan harian dan periodik. Semua warga sekolah mengambil peran aktif pada kegiatan ini. Kegiatan pagi hari 15 menit sebelum pelajaran dilakukan Literasi baik terpimpin maupun tidak terpimpin. Kegiatan Literasi ini dilakukan baik oleh peserta didik, guru dan karyawan. Mengawali pembelajaran dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, hormat bendera merah putih dan berdoa bersama, mengakhiri pembelajaran dengan menyanyikan lagu-lagu daerah, hormat bendera dan berdoa bersama.

Kejujuran adalah salah satu karakter yang harus ada dan dibudayakan di lingkungan sekolah. Tidaklah mudah untuk pembudayaan satu hal ini,  namun demikian dengan semangat dan komitmen yang tinggi dari seluruh civitas maka bukan mustahil budaya jujur akan dapat tercipta. Komitmen  untuk berintegritas  tinggi di SMA Negeri 1 Klaten dicanangkan dengan gerakan penyematan pita biru. Dengan disematkannya pita biru di dada maka seluruh peserta didik berkomitmen menjunjung tinggi kejujuran dalam berbagai hal terutama saat pengambilan nilai misalnya ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ujian sekolah, ujian nasional. Dengan demikian nilai yang diperoleh adalah nilai yang terukur dari kompetensi sebenarnya peserta didik. Bagi sekolah hal tersebut bermanfaat untuk masukan membuat program-program untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Pada akhirnya “ terwujudnya lulusan unggul yang berdaya saing global, beretika lingkungan yang berlandaskan nilai-nilai luhur bangsa ” akan tercapai.