BERITA SEKOLAH

“Kemasyhuran Rempah Nusantara” Persembahan Karya di Penghujung Tahun 2020

Blog Single

Pandemi tidak menyurutkan semangat para siswa SMA Negeri 1 Klaten (SMANSA) dalam berkompetisi. Hal ini dibuktikan dengan pencapaian yang diperoleh Kelompok Padmawijaya SMA Negeri 1 Klaten di penghujung tahun 2020, tepatnya pada bulan Desember. Pencapaian membanggakan tersebut diraih oleh tiga orang siswa dari SMA Negeri 1 Klaten, yaitu Corina Sabela Eka Putri, Kika Fidiyah Putri, dan Muhammad Ihsan Arrosyid. Ketiga siswa tersebut saat ini tengah duduk di bangku kelas XI. Karya yang mereka beri judul “Kemasyhuran Rempah Nusantara” ini berhasil menyabet posisi ke-2 di tingat provinsi dalam Kompetisi Film Pendek Jalur Rempah. Kompetisi Pengembangan Karya Digital Jalur Rempah (Film Pendek) adalah kompetisi yang diselenggarakan oleh Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Kemendikbud RI yang bekerja sama dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Jawa Tengah. Kemenangan tersebut tentu menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi SMA Negeri 1 Klaten. Satu lagi persembahan dari para siswa SMANSA yang menambah panjang daftar prestasi serta mengharumkan nama SMA tercinta, SMA Negeri 1 Klaten.

 

 
 


Apa itu Kompetisi Film Jalur Rempah?

 

Jalur Rempah telah menjadi simpul peradaban bahari Nusantara, jalur kebudayaan dan peradaban yang bukan sekedar sebagai akses pertukaran niaga, tetapi juga membawa serta gagasan, pengetahuan, seni dan budaya di sepanjang rute perjalanan dari ujung paling timur kepulauan Indonesia melewati selat Malaka sampai Afrika, Timur Tengah dan Eropa. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, melalui Direktorat Jenderal memiliki misi untuk mempertahankan sejarah keberadaan jalur rempah yang merupakan salah satu bukti peradaban penting bagi bangsa Indonesia pada masa lalu. Misi ini tentu membutuhkan kontribusi dan dukungan masyarakat Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Untuk mewariskan cerita serta keberadaan jalur rempah, masyarakat perlu memahami dan mengetahui wawasan terkait jalur rempah itu sendiri melalui pengembangan karya inovasi digital budaya jalur rempah berupa film. Untuk mengakomodir dan mengapresiasi pengetahuan masyarakat tentang budaya jalur rempah, maka Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan bekerja sama dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Kompetisi Film Jalur Rempah di Jawa Tengah.

Film diharapkan merupakan narasi berdasarkan sumber data yang bisa dipertanggungjawabkan. Film menceritakan topik yang berkaitan dengan budaya jalur rempah yang berada di Kota Semarang/Kudus/Jepara/Pati/Rembang. Topik diperbolehkan fokus pada satu kota/kabupaten yang sudah ditentukan atau dikaitkan dengan kota lain. Topik ini dapat berupa penggambaran kehidupan masyarakat di bidang budaya, sosial, ekonomi, politik, dan religi. Pilihan atas topik-topik tersebut diharapkan dapat disusun ke dalam suatu narasi film yang menarik. Tujuan kegiatan kompetisi ini adalah untuk menggali potensi pengetahuan masyarakat terhadap budaya rempah di Jawa Tengah, mengembangkan daya pikir dan kreatifitas peserta kompetisi untuk menciptakan media informasi tentang budaya rempah di Jawa Tengah, serta mengakomodir dan mengapresiasi pengetahuan masyarakat tentang budaya jalur rempah Nusantara khususnya di Jawa Tengah.

Apa Suka Duka Dalam Mengikuti Perlombaan?

“Jalur rempah” mungkin belum terlalu familiar di telinga kita. Fun fact-nya, Jalur rempah ini ternyata lebih tua lho, daripada jalur sutra yang merupakan rute perdagangan  yang menghubungkan China dengan Eropa. Padahal menurut sejarah jalur rempah merupakan salah satu rute penting. Sebab, salah satu alasan kedatangan Bangsa Eropa ke Nusantara adalah untuk mencari rempah-rempah. Sejak peristiwa jatuhnya Konstatinopel ke tangan Turki Utsmani pada gahun 1453, negara-negara Eropa menjadi kesulitan dalam memperoleh rempah-rempah. Nah, hal inilah yang membuat bangsa-bangsa Eropa melakukan pelayaran guna mencari rempah-rempah. Karena program jalur rempah ini masih dalam proses pengembangan, maka pemerintah Indonesia sangat memerlukan dukungan dari masyarakat untuk dapat menyukseskan program ini. Salah satunya adalah dengan keikutsertaan siswa dalam kompetisi film pendek jalur rempah.

Lho min katanya mau cerita suka dukanya? Kok malah gini?

Eitttsss tenang-tenang. Jadi gini, cerita diatas adalah duka saat kami mengikuti kompetisi tersebut. Belum banyak web, jurnal ataupun artikel yang bisa menjadi referensi kami untuk mengembangkan tema jalur rempah ini. Jujur kami bertiga pun juga baru dengar tentang jalur rempah ini saat ditawari lomba oleh Bapak Danang Harjono guru mapel sejarah kelas XI. Selain masih bingung tentang pengembangan karyanya, tenggat pengumpulan naskah karyanya pun lumayan singkat. Sekitar 5 hari setelah Pak Danang menawarkan kompetisi tersebut. Sempat ada miss comunication juga antaranggota. Tapi pada akhirnya kami dapat menyelesaikan naskah sesuai tenggat pengumpulan. Setelah pengiriman naskah, kami semua tidak terlalu berharap akan masuk nominasi 20 besar naskah terbaik. Tapi Alhamdulillah, atas izin Allah naskah yang kami beri judul “Kemasyhuran Rempah Nusantara” berhasil mendapat nominasi ke-7 dari 20 naskah terbaik. Dalam proses pengembangan naskah dan proses pembuatan film, kami bertiga dibantu oleh Snapshoot dan dua orang sebagai tokoh pemeran.  Proses pembuatan film berlangsung lancar dengan sedikit kendala-kendala kecil yang membumbui. Hal yang paling menyenangkan dan merupakan suka duka dalam kompetisi ini adalah berhasil memperoleh juara kedua tingkat provinsi pada Kompetisi Jalur Rempah. Nah itu dia, kurang lebih cerita suka duka yang kami bertiga rasakan dalam mengikuti Kompetisi Film Jalur Rempah.