BERITA SEKOLAH

Berkompetisi yang Menyenangkan

Blog Single

Pada awal tahun 2021, tepatnya bulan Maret, SMA Negeri 1 Klaten kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Prestasi tersebut yaitu dua orang siswi SMA Negeri 1 Klaten yaitu Eufrasia Andranetta Gracelynne Eka Pramudita dan Putri Nur Rohmah berhasil menjadi finalis 20 besar kompetisi penelitian ilmiah pertama di Indonesia, yaitu IFSA (Indonesian Fun Science Award). Dua orang siswi SMANSA tersebut saat ini tengah duduk di bangku kelas 11. Mereka mengikuti kompetisi penelitian ini secara online menyesuaikan situasi pandemi yang terjadi saat ini. Penelitian ilmiah yang diangkat oleh kedua siswi ini yakni mengenai kepopuleran K-Pop. Penelitian ilmiah yang terkait fenomena sosial dengan judul “Suka, Cinta, atau Bucin: Kajian Tingkat Kebucinan K-Popers Terhadap Bias dalam Kehidupan Sehari-Hari” akhirnya berhasil mengharumkan nama SMANSA dengan berhasil masuk sebagai finalis 20 besar tingkat nasional.

 

Apa itu IFSA?

IFSA (Indonesian Fun Science Award) adalah kompetisi penelitian ilmiah pertama di Indonesia yang menantang para pesertanya untuk berlomba membuat penelitian unik, lucu, serta dapat diterapkan dengan mudah baik di bidang ilmu sains, teknik, maupun sosial (Natural Science, Engineering, and Social). IFSA pertama kali diadakan pada tahun 2018 untuk mendorong para ilmuwan generasi muda yang memiliki pemikiran terbuka dan penuh kreativitas. IFSA menjadi wadah bagi para generasi muda untuk masuk kedalam “Fun Horizon of Scientific Reseach”.

Menurut Chairman IFSA 2.0, Hery Sutanto, kompetisi ini merupakan wadah tepat untuk siswa SMA. Sebab, menurutnya, usia SMA belum saatnya meneliti isu berat dan serius. Karena itu, IFSA dihadirkan sebagai jembatan bagi siwa yang berminat pada penelitian ilmiah. Dengan begitu, meski terdengar jenaka dari judul-judul penelitian, metode ilmiah tetap harus ditegakkan dan menjadi faktor penilaian di IFSA. Fenomena yang diteliti harus dibahas secara saintifik dan sampel yang diambil juga harus mewakili keseluruhan penelitian yang dilakukan siswa.

IFSA memberi motivasi bahwa banyak ide lucu yang hanya muncul saat mengobrol dapat diteliti. Tidak selamanya sains mengerikan, menyebalkan, tetapi bisa juga lucu. IFSA memberikan wadah bagi para pelajar untuk menyalurkan minat meneliti walaupun dalam kondisi school from home. Acara ini didesain sepenuhnya online agar para siswa dan guru dapat fokus menulis karya ilmiah menarik tanpa harus meninggalkan rumah masing-masing.

 

Suka dan Duka

Dalam mengikuti kompetisi ini tentu saja kami mengalami suka dan duka. Suka kami dalam mengikuti kompetisi ini adalah kami dapat menambah pengalaman, menambah wawasan mengenai bagaimana cara melakukan penelitian yang baik dan tepat dan bagaimana menulis paper yang sesuai dengan kaidah, serta dapat mengukur kemampuan diri. Selain itu, karena tema dibebaskan dan boleh melakukan penelitian yang unik dan menyenangkan, kami lebih menikmati proses penelitian yang kami lakukan

Untuk dukanya adalah kami belum dapat secara maksimal mengikuti lomba ini. Dalam proses pengerjaan terdapat banyak sekali tugas yang diberikan oleh guru. Hal itu membuat kami kewalahan untuk melakukan penelitian sambil mengerjakan tugas agar dapat mengumpulkannya tepat waktu. Selain itu, selama beberapa hari kami juga harus begadang untuk mengejar deadline baik deadline lomba maupun tugas yang membuat kami merasa tidak enak badan setelahnya. Tak hanya itu, kami juga sedikit kekurangan waktu untuk membuat video pada seleksi kedua karena berdekatan dengan waktu PTS. Alhasil video yang kami hasilkan belum maksimal. Pada proses pengumpulan data pun kami mengalami kendala karena terdapat beberapa orang yang mengisi kuesioner dengan tidak serius.

Kompetisi tingkat apa?

 

IFSA merupakan kompetisi tingkat nasional yang bisa diikuti oleh siswa SMA dari seluruh wilayah Indonesia. IFSA diikuti oleh banyak sekolah-sekolah ungul seperti SMANSA tercinta kita. Kompetisi IFSA yang kami ikuti merupakan IFSA 3.0 yang diikuti oleh lebih dari 84 tim. Banyak sekolah-sekolah unggul lainnya yang turut berpartisipasi dalam IFSA, misalnya SMA Pradita Dirgantara, SMA Trensains Muhammadiyah Sragen,SMAN 4 Kisaran, SMA Narada, SMAN 1 Karangayar, SMAN 1 Medan, dan sebagainya.

Perasaan mengikuti kompetisi ini?

Kompetisi ini sangat menyenangkan dan siapa saja dapat melakukannya. Kompetisi ini meninggalkan kesan yang baik pada diri kami. Kompetisi ini merubah pandangan kami terhadap penelitian. Sebelum mengikuti kompetisi ini kami selalu berpikir bahwa penelitian itu sulit, rumit, menyebalkan, dan membosankan. Akan tetapi setelah mengikuti ini kami dapat mengetahui bahwa penelitian juga dapat menyenangkan dan mudah. Awalnya kami juga hanya sekedar iseng mengikuti kompetisi ini untuk menambah pengalaman, apalagi karena kompetisi ini juga tidak dipungut biaya. Akan tetapi, setelah melalui tahap seleksi yang pertama, tidak disangka kami dapat lolos seleksi tahap 1 dan masuk ke-20 besar. Kami sangat bahagia dan bangga ketika mendengarnya. Pengalaman yang kami dapatkan melalui kompetisi ini sungguh berharga. Meskipun, pada babak 20 besar kami gagal melaju ke babak grand final (5 besar), pengalaman berkompetisi pada IFSA sungguh sangat berkesan bagi kami. Apalagi, atas pencapaian kami ini, kami mendapat beberapa penghargaan dari pihak penyelenggara, yaitu bingkisan kaos, medali, dan piagam.