Berita

Keenam Janji yang Mengabadi

16 Maret 2018 | Penulis : resmiyati

Masih ingatkah pembaca mengenai artikel "SMANSA Klaten Tuntaskan Janji Literasi" ?

Dalam artikel tersebut penulis menyebutkan keberhasilan SMA N 1 Klaten meloloskan 6 naskah antologi puisi karya siswanya dalam ajang Gerakan Sekolah Menulis Buku Chapter II : Soloraya yang diselenggarakan oleh komunitas Gerakan Menulis Buku Indonesia dan tak lupa didukung oleh Pemerintah Porvinsi Jawa Tengah, Balai Bahasa, Dinas pendidikan prov. Jateng, Dinas kearsipan&kepustakaan prov.Jateng,dan lain-lain.

Untuk pertama kalinya SMAN 1 Klaten mengikuti kegiatan ini dan telah berhasil memperoleh beberapa prestasi yang membanggakan. Keenam buku antologi ini dicetak secara gratis oleh Bebuku Publisher sebagai bentuk apresiasi pada peserta yang lolos seleksi.

Namun, ini bukan pertama kalinya SMANSA menerbitkan buku ber-ISBN. Seebelumnya, buku antologi cerpen karya siswa SMAN 1 Klaten berjudul "Aku, Sena, dan Diany" telah diterbitkan tahun 2017. Tak hanya murid yang berkarya, gurupun ikut berkarya. Salah satunya Ibu Resmiyati yang paling gencar berkarya. Beliau bahkan kini telah memiliki lebih dari 4 buku ber-ISBN. Dengan munculnya 6 buku baru ini turut menambah khazanah karya kepenulisan siswa SMAN 1 Klaten.

Selain itu, pencapaian ini telah menjadi motivasi bagi penggerak literas SMANSA untuk menjadi lebih baik kedepannya dan terus menjaga keberlangsungan program gerakan literasi sekolah supaya dapat memberikan konstribusi yang nyata dan proaktif dalam pembentukan karakter baik pada siswa.

Menurut Lenang Manggala kegiatan ini berlatar belakang kekhawatiran para anggota komunitas GMB menyadari fakta tentang amat rendahnya minat baca-tulis generasi muda bangsa. Hal ini tentunya akan berdampak bagi terhambatnya kemajuan bangsa Indonesia apalagi diera globalisasi. Untuk itu beliau berpendapat perlunya suatu program yang lebih terparu, proaktif menjemput bola, menyentuh aspek baca-tulis,memiliki dampak yang lebih luas dan nyata serta dijalankan langsung oleh generasi penerus yang berkarakter dan punya kepedulian terhadap bangsa ini.

Puisi-puisi dalam keenam buku antologi puisi ini didominasi oleh tema perjuangan,kritik pada penguasa,serta toleransi-keberagaman. 3 karya puisi yang menjadi juara 1,2,3 beruturut-turut yaitu "Senja Dipeluk Bunda " karya Ahsana Rizky, "Bersenyawa" karya Hafidhania Penadi, dan "Negeri Berhukum Rimba " karya Fadillah Nur Fauzi. Ketiga puisi tersebut kemudian dibukukan kembali dalam buku antologi puisi terbaik se-Soloraya berjudul "Kepala-Kepala yang Menyala" bersama dengan puluhan puisi karya SMP/SMA/SMK lain.

Mari sebagai generasi penerus bangsa kita tumbuhakan semangat berkarya, terutama dalam hal menulis. Karena hidup adalah sejarah, warnai mozaik adabnya dengan tulisan. Sebab olehnya kita tak akan lekang.

 

 

   

With Pleasure, ILG. JUNIOR JURNALISTIK.


Kategori: Prestasi | Tag: -